Kamis, 25 Maret 2010
HP Selidiki Algoritma Pelacak Wajah Yang Disebutnya Rasis
Tak kenal maka tak sayang, itulah apa yang terjadi dengan sitem pelacak wajah yang dikembangkan oleh Hewlett Packard. Pasalnya ada suatu kejadian dimana sitem yang diklaim HP ampuh melacak wajah orang tersebut, ternyata tidak mampu melacak keberadaan wajah salah seorang yang menjadi konsumennya baru-baru ini.
Berkaitan hal itu, pihak HP merasa bertanggung jawab dengan keadaan tersebut. SDan untuk menindak lanjuti permasalahan itu, Hewlett Packard telah memulai penyelidikan pelacakan wajah-algoritma yang disinyalir tidak mampu mengikuti gerakan seorang konsumennya yang dikenal sebagai “Si Desi Hitam”.
Dalam sebuah situs video YouTube, konsumen yang bernama Desi itu memberi pernyataan kalau kulitnya yang berwarna hitam kemungkinan telah mengganggu kemampuan deteksi wajah pada sistem sensor komputer buatan Hewlett-Packard tersebut. Dengan kejadian itu, ia menyebut sistem komputer Hewlett-Packard telah rasis kepadanya. Dan bahkan yang paling buruk menurutnya adalah ia membeli seperangkat komputer untuk hari raya Natal.
Selanjutnya pihak HP segera menanggapi klaim dalam sebuah posting blog resmi yang berterimakasih kepada Desi atas apa yang menimpanya kiranya telah membuat hal itu menjadi perhatiannya.
Seperti yang disampaikan oleh juru bicara dari Hewlett-Packard yang bernama Tony “Frosty” Welch, kalau piaknya juga telah bekerja sama dengan mitranya untuk mempelajari lebih lanjut. Karena pada dasarnya teknologi yang digunakan adalah algoritma yang dibangun di atas standar yang memiliki cara kerja untuk mengukur perbedaan intensitas kontras antara mata dan bagian atas pipi dan hidung.
Berdasarkan hal itu, pihak HP berkeyakinan kalau perangkat kamera yang digunakan kemungkinan telah mengalami kesulitan ‘melihat’ Sebaliknya dalam kondisi di mana terdapat kekurangan pencahayaan latar depan. Sementara pihaknya bekerja pada kondisi tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar